Nomor SP-01/WPJ.11/2025
Siaran Pers ALCo Kementerian Keuangan Jawa Timur s.d. Desember Tahun 2024
Surabaya, 22 Januari 2025- Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur yang dipimpin oleh Sigit Danang Joyo mengadakan kegiatan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 31 Desember 2025 secara Luring bertempat di Aula Majapahit GKN Surabaya 1 dan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 10.30 s.d. selesai. Yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan, Prof. Rudi Purwono dan Media lokal Surabaya.
- Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
- Perekonomian Jawa Timur tetap tumbuh di TW III-2024 sebesar 4,91% (yoy), Kinerja didukung oleh pertumbuhan industri pengolahan (Sisi Penawaran) dan terjaganya konsumsi rumah tangga (Sisi Permintaan). Jawa Timur menjadi kontributor kedua terbesar ekonomi di Pulau Jawa yaitu sebesar 25,55%.
- Inflasi Jawa Timur bulan Desember 2024 tercatat 1,51% (yoy) dan 0,46% (mtm).
- Kegiatan perdagangan internasional Jawa Timur per bulan November 2024 menunjukkan angka sebesar USD 2,23 Miliar untuk ekspor, sedangkan untuk impor sebesar USD 2,15 Miliar.
- Investasi di Jawa Timur per Triwulan III 2024 menempati posisi 3 terbesar se-nasional dengan rincian besaran PMA yaitu Rp13,88 Triliun dan PMDN sebesar Rp25,81 Triliun.
- Realisasi KUR per 31 Desember 2024 sebesar Rp46,62 Triliun untuk 909.119 debitur, sedangkan UMi sebesar Rp1,18 Triliun untuk 264.341 debitur.
- Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp270,37 Triliun atau 101,63% dari target sebesar Rp266,05 Triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 100,54% (Rp261,92 Triliun) dari target dan PNBP mencapai 152,7% (Rp8,45 Triliun) dari target (Rp5,53 Triliun). Penerimaan Perpajakan disumbang oleh penerimaan Ditjen Pajak sebesar Rp121,78 Triliun (100,09% dari target) dan penerimaan Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar 140,14 Triliun (100,94% dari target).
Realisasi Belanja Negara sampai dengan Desember 2024 telah terserap Rp134,97 Triliun atau 97,05% dari pagu belanja negara di Jawa Timur. Kinerja belanja negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp53,51 Triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp81,45 Triliun.
- Kinerja APBN Jawa Timur
- Penerimaan Negara
Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur:
- Pajak (DJP):
- Hingga Desember 2024, Penerimaan Pajak mencapai Rp121,78 T, pertumbuhan penerimaan pajak 14,34% dengan capaian 100.09% dari target APBN 2024.
- PPN dan PPnBM sudah menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak tahun 2022, sebagai pemulihan aktifitas ekonomi. Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada periode Januari s.d. Desember 2024 dipengaruhi oleh Tren peningkatan harga komoditas; kenaikan tarif PPN; penundaan Pembayaran PBB 2023 karena pengajuan pengurangan sanksi administrasi; dan kenaikan pada beberapa sektor pajak.
- Bea Cukai (DJBC):
- Penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp140,15 T (100,94% dari target APBN, tumbuh 3,68% (yoy) didorong pertumbuhan penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai.
- Penerimaan Cukai terealiasi sebesar Rp133,26 Triliun tumbuh 1,52% (yoy).
- Penerimaan bea masuk tumbuh 9,38% (yoy) dipengaruhi oleh peningkatan nilai impor dan penguatan nilai tukar USD terhadap rupiah.
- Penerimaan bea keluar tumbuh 26,8% (yoy), disebabkan harga referensi CPO naik signifikan pada Q4 2024 dan harga referensi kakao yang tinggi sepanjang tahun.
- Selain penerimaan di atas, DJBC Jatim juga memungut pajak rokok Rp14,1 T dan dana sawit Rp693,2 M s.d. 31 Desember 2024.
- Realisasi PNBP
Realisasi PNBP s.d. 31 Desember 2024 sebesar Rp8,45 Triliun, terdiri dari:
- PNBP BLU sebesar Rp4,03 Triliun atau 129,24% dari target, dan
- PNBP Lainnya sebesar Rp4,42 Triliun atau 182,99% dari target.
- Pengelolaan Aset
Dari pengelolaan aset, Realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. Desember 2024 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:
- Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim s.d. 31 Desember 2024 mencapai Rp5,44 Triliun atau 126,29% dari target;
- Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp131,14 Miliar atau 116.36% dari target Rp112,7 Miliar;
- Realisasi PNBP Pengurusan Piutang Negara Rp819,66 Juta atau 383,02% dari target Rp214 Juta;
- Realisasi PNBP Aset Rp156,19 Miliar atau 140,82% dari target Rp110,91 Miliar.
- Belanja Kementerian Lembaga
- Belanja Pegawai
Belanja Pegawai terealisasi Rp23,88 Triliun dipengaruhi a.l pembayaran THR, gaji ke-13, serta penyesuaian gaji dan tunjangan.
-
- Belanja Barang
Belanja Barang terealisasi Rp21,88 Triliun, realisasi belanja barang meningkat a.l. untuk upaya pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta penyelenggaraan pilkada serentak 2024.
-
- Belanja Modal
Belanja Modal terealisasi Rp7,63 Triliun didorong oleh peningkatan signifikan anggaran untuk bidang konektivitas dan sarana prasarana umum lainnya.
-
- Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial terealisasi Rp128,03 Miliar, utamanya ditopang oleh penyaluran bantuan kepada mahasiswa untuk peningkatan akses, mutu, relevansi, dan daya saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
- Transfer Ke Daerah
- Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD per 31 Desember 2024 terealisasi sebesar Rp81,45 Triliun (98,78% dari Pagu, terkontraksi 0,48% yoy). Realisasi ditopang oleh DAU dan DAK Non Fisik.
- Realisasi DAU naik 7,73% (yoy) menjadi Rp42,49 Triliun. Prioritas DAU Specific Grant pada bidang pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dasar pendidikan terutama pada penyediaan sarana prasarana pendidikan. Penerima terbanyak di Jawa Timur dari kabupaten dan kota adalah Kab Malang, Kab Jember dan Kab Banyuwangi.
- Realiasi DBH terkontraksi 29,04% (yoy) menjadi Rp10,91 Triliun. DBH Jawa Timur terbesar dari sektor migas yang terbesar diterima oleh Kab Bojonegoro. Penggunaan DBH, penggunaan DBH mayoritas untuk peningkatan layanan publik di daerah. Penerima terbanyak di Jawa Timur dari kabupaten dan kota adalah Kab Bojonegoro, Kota Surabaya dan Kab Tuban.
- Realisasi Insentif Fiskal naik 38,45% menjadi Rp981,83 Miliar, difokuskan untuk peningkatan efisiensi anggaran daerah, pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, dukungan sosial. Kab/kota `penerima IF terbanyak adalah Kab Mojokerto, Kota Madiun dan Kab Lamongan.
- Realisasi DAK Fisik mengalami pertumbuhan 18,37% (yoy) menjadi Rp3,39 Triliun, DAK Fisik Jawa Timur mayoritas digunakan untuk sektor pendidikan, infrastruktur dan air minum dengan jumlah kontrak terbesar diantara kabupaten/kota adalah pada Kab Sumenep, Kab Lamongan dan kemudian Kab Tuban.
- Realisasi DAK Non Fisik naik sebesar 0,92% (yoy) menjadi Rp15,41 Triliun. Alokasi terbesar DAK Non Fisik Jawa Timur pada bidang pendidikan, dan Tunjangan Profesi Guru dan kemudian kesehatan. Diantara kabupaten/kota, penerima DAK Non Fisik terbanyak adalah Kota Surabaya, Kab Malang, Kab Jember.
- Realisasi Dana Desa mengalami kenaikan sebesar 1,09% (yoy) menjadi Rp8,26 Triliun. Penggunaan Dana Desa mayoritas untuk pelaksanaan pembangunan desa berupa pembangunan, rehabilitasi ataupun pemeliharaan sarpras desa. Penerima Dana desa terbesar di Provinsi Jawa Timur tiga diantaranya adalah Kab Malang, Kab Lamongan, Kab Bojonegoro.
- Dari penyaluran Transfer ke Daerah, beberapa manfaat yang telah dihasilkan antara lain:
- Jalan Rp798,78 M: Penanganan Long Segment, Penggantian Jembatan
- Irigasi Rp145,78 M: Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
- Air Minum Rp265,96 M: Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air, Jaringan Distribusi sambungan rumah
- Pertanian Rp224,91 M: Pembangunan Irigasi Air Tanah, Pembangunan Sumber-sumber Air, Laboratorium Benih
- Industri Kecil dan Menengah Rp 18,84 M: Pembangunan/ Revitalisasi Sarana Produksi
- Pariwisata Rp21,39 M: Fasilitas Rekreasi Penunjang Kegiatan Wisata, Panggung Kesenian/Pertunjukan/ Amphiteater
- Pendidikan Rp1,12 T: Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten/ Kota, Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah, Pengadaan Peralatan Praktik
- Kesehatan dan KB Rp645,63 M: Pengadaan Ambulan PSC 119, Pembangunan Balai Penyuluhan KB, Pengadaan Alat Kesehatan
- Perumahan dan Permukiman Rp40,41 M: Pembangunan Baru Rumah Swadaya, Pembangunan Jalan Lingkungan dan Drainase Lingkungan
- Sanitasi Rp299,58 M: Pembangunan IPAL Skala Permukiman, Pembangunan Tangki Septik Komunal, Pembangunan/ Peningkatan/ Rehabilitasi IPLT
- Lingkungan Hidup Rp6,74 M: Penyediaan Alat Angkut Sampah, Pembangunan Bank Sampah Induk, Pengadaan Kontainer Sampah
- Kelautan dan Perikanan Rp50,10 M: Penyediaan sarana dan peralatan produksi, Pengadaan Perahu/Kapal Penangkapan Ikan, Rehabilitasi Pasar Ikan

- 6 kali dilihat