Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I mengadakan forum diskusi mengenai Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan Menengah Atas bersama para tenaga pendidik di SMA Negeri 17 Surabaya, Kota Surabaya (Senin, 13/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi perpajakan yang bertujuan membangun karakter generasi muda yang sadar pajak melalui dunia pendidikan.

Melalui program tersebut, materi Inklusi Kesadaran Pajak diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai kesadaran pajak dapat ditanamkan sejak dini kepada para peserta didik.

Penyuluh pajak yang hadir, Siti Rahayu, menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental dan kesadaran pajak dapat diwujudkan melalui pendidikan karakter yang menumbuhkan nilai nasionalisme. Pendidikan karakter tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum formal melalui penanaman nilai integritas, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kejujuran. Penguatan itu juga dapat dilakukan melalui pelatihan guru, penyusunan materi pembelajaran khusus, kegiatan ekstrakurikuler, kolaborasi dengan orang tua, pemberian penghargaan, serta pengawasan dan evaluasi secara berkala.

Sementara itu, pelaksana Kanwil DJP Jawa Timur I, Ilham Ramadhan, menyampaikan bahwa integrasi nilai-nilai kesadaran pajak dalam sistem pendidikan nasional perlu dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.

"Strategi inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan dapat dilaksanakan melalui empat pendekatan, yakni kurikulum, pembelajaran, perbukuan, dan kesiswaan. Melalui kurikulum, materi kesadaran pajak diintegrasikan ke dalam tujuan, isi, dan bahan pembelajaran. Melalui pembelajaran, materi tersebut disampaikan dalam proses interaksi antara peserta didik, pendidik, dan sumber belajar,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, pada aspek perbukuan, nilai-nilai kesadaran pajak dimasukkan ke dalam buku ajar, buku referensi, dan buku panduan guru. Adapun pada aspek kesiswaan, penanaman nilai kesadaran pajak dilakukan melalui berbagai kegiatan di luar kelas maupun di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan forum diskusi ini, Kanwil DJP Jawa Timur I berharap SMA Negeri 17 Surabaya dapat mengimplementasikan Program Inklusi Kesadaran Pajak guna mendorong tumbuhnya kesadaran pajak di kalangan peserta didik.

Sinergi dengan mitra inklusi dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya pajak sebagai fondasi pembangunan bangsa, sekaligus mendorong tenaga pendidik menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pengetahuan perpajakan di lingkungan sekolah.

Pewarta:Nur Rina Martyas
Kontributor Foto:Feliix Djohan
Editor:Suuharnik

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.