Momentum pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dimanfaatkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta, Yusuf Sarnoto, untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surakarta. Dalam kunjungannya ke Balai Kota Surakarta (Rabu, 25/3), Yusuf “kulo nuwun” kepada Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.
Di tengah periode pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Tahun 2025, pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mengingatkan pentingnya kepatuhan pajak sekaligus menunjukkan contoh nyata dari pemimpin daerah.
Respati Ardi, sapaan akrab wali kota, berkesempatan melaporkan SPT Tahunannya secara langsung dengan pendampingan menggunakan sistem terbaru, Coretax DJP. Meski di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia menegaskan komitmennya sebagai warga negara untuk tetap memenuhi kewajiban perpajakan.
“Kesibukan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda kewajiban. Pajak adalah bentuk kontribusi nyata kita kepada negara,” ujar Respati.
Lebih dari sekadar pelaporan pajak, pertemuan ini juga mengangkat potensi ekonomi Kota Surakarta yang kian berkembang, khususnya di sektor kuliner dan usaha berbasis digital. Dalam beberapa tahun terakhir, Solo dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner yang tidak hanya beragam, tetapi juga terjangkau dan terus berinovasi, mulai dari jajanan tradisional hingga konsep kafe modern yang digerakkan anak muda.
“Ekonomi kreatif di Solo berkembang pesat. Anak-anak muda sekarang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai ekonomi. Sekarang promosi tidak harus mahal. Cukup kreatif, konsisten, dan punya cerita. Tapi di balik itu, tetap ada tanggung jawab yang harus dijalankan,” ungkap Respati.
Perkembangan ini, menurutnya, memiliki dampak ganda: meningkatkan penerimaan pajak daerah dari sektor usaha, sekaligus membuka potensi pajak pusat dari penghasilan para pelaku ekonomi digital. Kolaborasi antara pelaku usaha, kreator, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan potensi besar.
Menanggapi hal tersebut, Yusuf Sarnoto menyampaikan pentingnya dukungan Pemerintah Kota Surakarta, termasuk dalam hal pertukaran data dan informasi untuk penggalian potensi perpajakan yang lebih optimal. Sinergi ini mampu mengikuti pola ekonomi baru, memperkuat basis pajak tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi lokal dan esensi kepatuhan.
Sebagai penutup, Wali Kota Surakarta turut mengimbau seluruh masyarakat, khususnya wajib pajak orang pribadi, untuk segera melaporkan SPT Tahunan. Ia menegaskan akan menginstruksikan seluruh perangkat daerah melalui kepala dinas masing-masing agar memastikan pegawainya telah melaksanakan kewajiban pelaporan pajak. Langkah tersebut akan disertai dengan pengumpulan dan kompilasi bukti pelaporan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mendukung kepatuhan perpajakan.
“Pajak yang kita bayarkan pada akhirnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
| Pewarta: Gabriella Ekawati Karvadilasari |
| Kontributor Foto: Surya Adi Pamungkas Pristiwanta |
| Editor: Waruno Suryohadi |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 77 kali dilihat
