Hingga akhir tahun 2025, kinerja APBN di wilayah Jawa Barat menunjukkan kondisi yang sehat dan tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah. Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp145,65 triliun atau 95,99% dari target dan tumbuh 6,44% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara tersalurkan sebesar Rp119,22 triliun atau hampir 96,88% dari pagu. Dengan capaian tersebut, APBN Regional Jawa Barat mencatatkan surplus sebesar Rp26,43 triliun.
Penerimaan pajak tetap menjadi tulang punggung APBN di Jawa Barat. Hingga 31 Desember 2025, penerimaan pajak mencapai Rp109,01 triliun atau 92,47% dari target dan tumbuh 8,19% secara tahunan. Seluruh jenis pajak kontributor utama penerimaan negara menunjukkan kinerja positif, sejalan dengan upaya penguatan kepatuhan dan perbaikan sistem administrasi perpajakan.
Dalam capaian tersebut, kontribusi Kanwil DJP Jawa Barat III tercermin dari realisasi penerimaan pajak neto sebesar Rp28,1 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp26,6 triliun. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Badan yang mencapai Rp4,3 triliun atau tumbuh 9,0% serta PPh Orang Pribadi sebesar Rp0,6 triliun dengan pertumbuhan signifikan mencapai 34,7%. Penerimaan PPN dan PPnBM tetap terjaga dengan realisasi sebesar Rp14,8 triliun dan tumbuh 1,5%, sementara penerimaan PBB mengalami kontraksi sebesar 7%.
Selain pajak, penerimaan dari kepabeanan, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak juga berkontribusi signifikan dalam menopang kinerja pendapatan negara secara keseluruhan di Jawa Barat. Hingga akhir tahun 2025, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp28,52 triliun atau 100,70% dari target, yang didominasi oleh penerimaan cukai. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencatatkan kinerja yang sangat baik dengan realisasi sebesar Rp8,12 triliun atau 146,64% dari target.
Di sisi belanja, APBN terus diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah yang mencakup Belanja K/L Rp43,22 triliun dan penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp76,01 Triliun.
Berbagai program prioritas nasional di Jawa Barat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 11 juta penerima manfaat di 27 kabupaten dan kota. Dukungan pembiayaan perumahan melalui skema FLPP membantu pembangunan sekitar 62 ribu unit rumah. Di bidang pemberdayaan ekonomi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat mencapai Rp28,61 triliun kepada lebih dari 500 ribu debitur, sementara pembiayaan UMi menjangkau lebih dari 400 ribu pelaku usaha mikro. Di sektor pendidikan dan pangan, APBN mendukung revitalisasi sekolah, pengembangan SMA Unggul, serta menjaga ketahanan pangan daerah.
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, perekonomian Jawa Barat tetap tumbuh kuat. Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi Jawa Barat tumbuh sekitar 5,2% secara tahunan, dengan inflasi yang tetap terkendali di kisaran 2,63%. Kinerja perdagangan juga mencatatkan surplus, yang mencerminkan daya saing ekonomi daerah yang tetap solid.
Secara keseluruhan, APBN terus berperan sebagai instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. Melalui pengelolaan yang hati-hati dan responsif, APBN berfungsi sebagai shock absorber di tengah dinamika ekonomi global. Kanwil DJP Jawa Barat III berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penerimaan pajak melalui penguatan kepatuhan, perbaikan layanan, dan sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung keberlanjutan APBN dan perekonomian Jawa Barat.
- 6 kali dilihat