Kita harus bangga membayar pajak, karena dari sanalah negara ini bisa terus membangun. Pesan tegas tersebut disampaikan oleh guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila SMP Negeri 1 Bogor, Siti Aisah, saat mengajar di hadapan para siswanya di kelas di Kota Bogor (Rabu, 23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Inklusi Kesadaran Pajak. Pada hari itu, tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat III hadir langsung untuk memantau (sit-in) berjalannya edukasi perpajakan yang diintegrasikan ke dalam materi pokok Hak dan Kewajiban Warga Negara untuk kelas IX.
Siti Aisah merancang kelasnya menggunakan model problem based learning (PBL) lewat pendekatan deep learning, yang membuat proses belajar menjadi bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.
Untuk memberikan pemahaman awal, Siti Aisah mencontohkan hasil pembangunan yang dekat dengan keseharian siswa. "Kalau kamu merasakan misalnya, 'Wih, jalanan di tempat tinggalku sudah mulai bagus ya, sudah diaspal', itu juga merupakan bagian dari manfaat pajak. Pajak yang juga dibayarkan oleh kalian, maka kita harus bangga membayar pajak," ungkapnya kepada siswa.
Berangkat dari pemahaman tersebut, dalam praktiknya siswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi diajak berpikir kritis. Siswa mengidentifikasi hubungan erat antara hak warga negara untuk menikmati fasilitas umum, dengan kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi untuk membiayainya. Mereka juga menganalisis peran masing-masing pihak dalam ekosistem perpajakan, mulai dari individu, keluarga, sekolah, hingga pemerintah atau DJP.
Penyuluh pajak yang hadir, Yuliana Wisudawati, menyampaikan bahwa konsep dari program ini bukanlah menghadirkan mata pelajaran baru, melainkan menyisipkan nilai-nilai dan informasi perpajakan ke dalam mata pelajaran yang ada di sekolah, seperti Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, serta Pendidikan Agama.
“Tujuannya adalah agar literasi perpajakan dapat tertanam secara natural sejak dini, sehingga para siswa kelak tumbuh menjadi calon wajib pajak (future taxpayer) yang berintegritas dan sadar akan tanggung jawabnya terhadap Negara,” ucap Yuliana.
Atas dedikasinya dalam memajukan literasi perpajakan di lingkungan sekolah, Kanwil DJP Jawa Barat III menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Siti Aisah dan SMP Negeri 1 Bogor yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Dani Mohamad Kusnadi.
Menyambut apresiasi dan kolaborasi tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Bogor, Dani Mohamad Kusnadi, menekankan pentingnya edukasi ini sebagai bekal masa depan pelajar. "Nanti mereka kan juga harus bekerja dan terjun ke masyarakat. Pengetahuan tentang pajak ini pada dasarnya harus menjadi skill dasar bagi mereka," tegas Dani.
| Pewarta: Faridha Dwiyanti F |
| Kontributor Foto: Faridha Dwiyanti F |
| Editor: Rosafiati Unik W |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 11 kali dilihat


