“Pajak Bertutur hadir sebagai program edukasi bagi generasi muda untuk memahami peran dan manfaat pajak, sekaligus menumbuhkan nilai integritas sejak dini,” ujar Nurshinta Rifianty Rifani, Plh. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat, dalam sambutannya membuka giat Pajak Bertutur 2026.
Secara serentak, Pajak Bertutur tahun 2026 yang mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, diselenggarakan oleh seluruh unit DJP. Termasuk Kanwil DJP Jakarta Pusat yang berkolaborasi dengan KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga, berkesempatan menggelar kegiatan tersebut di SMP Negeri 39 Jakarta, Jalan Gajah Mada No. 3-5, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat (Kamis, 3/9/2026).
Sebanyak 60 orang siswa dari perwakilan kelas 7 s.d. 9 hadir menyemarakkan rangkaian acara.
Membangun kesadaran pajak kepada generasi muda, laksana sedia payung sebelum hujan. Sebelum menjalankan peran sebagai penerus bangsa, pemahaman pajak perlu ditanamkan sejak dini. Dengan slogan “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, semangat ini selalu digaungkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam kampanye inklusi bertajuk Pajak Bertutur.
Bersama penyuluh pajak sebagai narasumber dan kehadiran Direktur Jenderal Pajak dalam sesi “Dirjen Pajak Menyapa” secara daring, para siswa diajak memahami pajak sebagai salah satu sumber utama pendapatan negara.
“Pajak mempunyai peran penting dalam membiayai pembangunan dan menyediakan berbagai fasilitas serta layanan yang kita gunakan sehari-hari. Selayaknya energi yang menggerakkan Indonesia, pajak menjadi bahan bakar dalam program pemerintah seperti pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan, perbaikan jalan, dan lain sebagainya,” tutur Elis Maisari, penyuluh pajak. Melalui pemahaman APBN yang disampaikan narasumber, siswa belajar memahami bagaimana fungsi, manfaat dan pengelolaan pajak yang dijalankan oleh pemerintah.
Elis mengaitkan materi dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang ia sampaikan memuat nilai gotong royong, tanggung jawab, kejujuran, dan peduli terhadap kepentingan bersama. Ia berharap dari hal ini, siswa memiliki kesadaran dalam perannya sebagai penerus bangsa yang turut berkontribusi untuk membangun Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini menjadi interaktif dengan adanya diskusi tanya-jawab. Para siswa turut memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai talenta dalam kesenian, seperti pantomim, tarian daerah, dan menyanyi. Siswa juga diajak untuk menerapkan nilai gotong-royong dan sinergi melalui permainan kelompok berbentuk kompetisi.
Kirana Ayu Larasati, salah satu peserta Pajak Bertutur, menyampaikan kesan dengan menyatakan acara berlangsung sangat seru dan menambah wawasan bagi mereka. Dengan mempelajari pajak dan perannya bagi Indonesia, dirinya mengaku menjadi paham bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata kontribusi warga negara dalam membangun bangsa.
“Semoga ilmu yang kami dapat hari ini tidak hanya kami ingat, tetapi juga kami terapkan dan bagikan kepada orang lain. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus hadir dan menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap masa depan Indonesia," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJP Jakarta Pusat dan KPP Pratama Gambir Tiga berharap para siswa yang hadir dapat menginternalisasikan pemahaman pajak secara positif, dan memahami bahwa pembangunan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran yang dimiliki setiap warga negara akan pentingnya peran pajak, generasi muda bisa tumbuh dengan rasa memiliki atas negeri sendiri dan turut berkontribusi membangun masa depan bangsa.
| Pewarta: Nisrina Hanin |
| Kontributor Foto: Dadang Restu Fitriyanto |
| Editor: Ika Priatiningsih |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 16 kali dilihat
