Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur 2026 bagi mahasiswa Universitas Wijayakusuma Purwokerto (UNWIKU) di Aula KPP Pratama Purwokerto, Kabupaten Banyumas (Kamis, 3/9/2026). Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Sang Juara”, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pajak sekaligus memperkenalkan peran strategis generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang diikuti oleh 46 mahasiswa UNWIKU Purwokerto Jurusan Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan ini diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan UNWIKU Purwokerto, Nirmala, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pajak Bertutur 2026. Nirmala menilai kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara pajak, pengelolaan keuangan negara, dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami pajak sebagai kewajiban, tetapi juga melihat perannya dalam menopang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai layanan publik,” ungkap Nirmala.

Kepala KPP Pratama Purwokerto, Priyo Hernowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa merupakan calon pemegang kemudi Indonesia pada 2045. Oleh karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan kompetensi, integritas, serta kesadaran untuk berkontribusi kepada negara.

“Pajak merupakan energi pembangunan dan tulang punggung penerimaan negara. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan teladan kepatuhan pajak di tengah masyarakat,” ujar Priyo.

Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi utama dan sesi tanya jawab oleh penyuluh Pajak, Nukman Gunar. Dalam paparannya, Nukman menjelaskan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menjadi instrumen untuk menghimpun pendapatan dan menyalurkannya kembali bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak menjadi sumber terbesar dalam rencana pendapatan negara tahun 2026, yakni Rp2.357,7 triliun atau sekitar 74,9 persen dari total pendapatan negara.

Peserta juga memahami pemanfaatan APBN untuk berbagai kebutuhan masyarakat, antara lain pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur. Di bidang pendidikan, dukungan pemerintah tidak hanya diberikan melalui belanja negara, tetapi juga melalui insentif perpajakan, seperti pembebasan pajak pertambahan nilai atas jasa pendidikan serta buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama.

Selain itu, penyuluh menjabarkan pengertian pajak serta alur kewajiban perpajakan yang meliputi daftar, hitung, bayar, dan lapor. Nukman turut mengajak mahasiswa mendiskusikan tantangan kepatuhan pajak, persoalan free rider, dan upaya meningkatkan rasio pajak Indonesia.

“Menjadi generasi juara berarti memanfaatkan fasilitas yang disediakan negara untuk berprestasi, merawat fasilitas publik, menolak mentalitas free rider, serta menjadi agen kesadaran pajak di lingkungan masing-masing,” jelas Nukman.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Direktur Jenderal Pajak Menyapa serta kuis dan permainan interaktif yang dipandu penyuluh pajak, Samsul Hani.

Rangkaian Pajak Bertutur 2026 ditutup dengan office tour. Para mahasiswa melihat secara langsung area Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) dan mengenal alur pelayanan kepada wajib pajak. Melalui pengalaman tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan tugas dan layanan perpajakan di KPP Pratama Purwokerto.

Nukman berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang sadar pajak dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan. “Pajak Bertutur 2026 dapat membangun pemahaman bahwa prestasi generasi muda dan kepatuhan pajak merupakan dua kekuatan yang saling mendukung. Dengan fiskal yang sehat dan generasi muda yang berintegritas, cita-cita Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat diwujudkan bersama,” tuturnya.

Pewarta: Pritadevi Setya Azahro
Kontributor Foto: Chandra Kirtty Paramitha
Editor:Agung Sutrisno Hadi

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.