asians

Pertemuan Inisiatif Asia Kedua (The Second Asia Initiative Meeting) yang digelar selama tiga hari oleh Direktorat Jenderal Pajak di Bali telah berakhir pada Jumat, 2 September 2022.

Kita menyambut gembira dengan kesepakatan tingkat tinggi yang dihasilkan di sana. Utamanya soal arah yang jelas dan wawasan baru yang berharga dalam mengakselerasi agenda transparansi perpajakan di Asia.

Ucapan terima kasih kita sampaikan kepada para delegasi yang telah berusaha keras mendiskusikan hal-hal krusial untuk menutup celah penghindaran pajak. Mereka adalah komisioner dan deputi komisioner dari 14 yurisdiksi di kawasan Asia-Pasifik seperti Armenia, Brunei Darussalam, Hong Kong (Republik Rakyat Tiongkok), India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Makau (Republik Rakyat Tiongkok), Maladewa, Malaysia, Mongolia, Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, dan Thailand.

Lima organisasi mitra yaitu Asian Development Bank (ADB), International Finance Cooperation (IFC), Study Group on Asia-Pacific Tax Administration and Research (SGATAR), Commonwealth Association of Tax Administrators (CATA), dan The World Bank turut hadir menyokong pertemuan dan kesepakatan yang terjalin.

Mereka saling berbagi pengalaman dalam praktik-praktik yang mendukung transparansi perpajakan seperti pemanfaatan data rekening keuangan secara efektif dan implementasi Program Pengungkapan Sukarela dalam kaitannya dengan pertukaran informasi secara otomatis. Selain itu, peserta juga terlibat dalam diskusi yang interaktif mengenai pentingnya informasi beneficial ownership serta strategi implementasi pertukaran informasi yang efektif.

Kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan ini menjadi tanda betapa pentingnya kerja sama antarotoritas pajak untuk terus mendorong transparansi dan pertukaran informasi perpajakan. Selain menunjukkan bahwa komitmen tinggi dari para pimpinan otoritas mutlak adanya.

Kalau kita mengilas balik pembentukan Inisiatif Asia maka kita akan menemukan benang merahnya. Inisiatif Asia memang dimaksudkan sebagai sebuah inisiatif regional di kawasan Asia yang berfokus pada implementasi transparansi dan pertukaran informasi (exchange of information atau EOI) dalam bidang perpajakan. Gagasan pembentukan Inisiatif Asia berkaca pada inisiatif regional serupa yang telah terbentuk sebelumnya, yaitu Inisiatif Afrika dan Inisatif Amerika Latin. 

Selain itu Inisiatif Asia dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan efektivitas penerapan standar transparansi di bidang perpajakan dalam skala internasional, khususnya di kawasan Asia, untuk mengatasi penghindaran dan pengelakan pajak, korupsi, dan bentuk lain dari aliran dana ilegal (illicit financial flows).” serta untuk meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik.

Yang patut diingat adalah pertemuan Inisiatif Asia di Bali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan tingkat menteri dan penandatanganan Deklarasi Bali pada 14 Juli 2022 lalu. Dari sana kita merasakan dorongan politik dari pejabat tingkat tinggi atas agenda transparansi pajak.

Waktu itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang hadir dan memberikan sambutannya menekankan, walaupun manfaat yang diterima dari implementasi EOI dan transpartasi pajak sangat besar, namun tantangan yang dihadapi untuk mengimplementasikannya juga besar. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan dukungan politik dari pimpinan yurisdiksi sebagai sinyal untuk mau bergabung dalam kerja sama transparansi global untuk melawan penghindaran pajak (tax evasion) dan aliran dana ilegal.

Menteri keuangan menyadari bahwa apabila dukungan dari level atas telah didapatkan, langkah selanjutnya adalah memberikan dukungan teknis untuk implementasi standar EOI dan transparansi pajak yang akan berbeda-beda tergantung dari kesiapan setiap yurisdiksi. Di sinilah peran Inisiatif Asia sangat krusial dalam menyinkronkan pengalaman penanganan transparansi pajak dari para anggota ini agar setara dan mengakselerasi agenda transparansi pajak dan implementasi EOI di kawasan Asia.

Kita menyetujuinya dan usai di Bali, pertemuan selanjutnya akan diselenggarakan di Sevilla, Spanyol pada 8 November 2022 sebagai rangkaian rapat pleno Forum Global tentang transparansi pajak dan pertukaran informasi untuk tujuan perpajakan.

Salah satu tujuan pertemuan itu adalah membahas kemajuan Inisiatif Asia. Selain itu, India selaku Ketua Inisiatif Asia tahun 2023 telah menyatakan bersedia menyelenggarakan dua kegiatan pelatihan di bulan Februari dan September 2023.

Kita tunggu hasil signifikan dari pertemuan-pertemuan itu selanjutnya.