Surabaya, 7 Februari 2025 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I (Kanwil DJP Jatim I) bersama perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur, Lembaga Penjaminan Simpanan II Jawa Timur turut serta dalam acara Media Briefing Regional Jawa Timur yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Jawa Timur hingga akhir Desember 2024 tetap tumbuh sebesar 5,03% (yoy). Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur, menyampaikan bahwa kinerja APBN ini didukung oleh pertumbuhan industri pengolahan dari sisi penawaran dan terjaganya konsumsi rumah tangga dari sisi permintaan. Kondisi ini membuat Jawa Timur menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa.
Hingga Desember 2024, realisasi pendapatan negara menguat dengan komposisi:
- Penerimaan pajak mencapai Rp121,78 triliun dengan pertumbuhan penerimaan pajak 9,03% dan capaian 100.09% dari target APBN 2024;
- Penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp140,14 triliun dengan capaian 100,94% dari target APBN, tumbuh 3,68% (yoy) didorong pertumbuhan penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai.
- Pengelolaan aset negara dengan realisasi pokok lelang mencapai Rp5,44 triliun atau 126,29% dari target;
- Realisasi PNBP sebesar Rp8,45 Triliun, terdiri dari PNBP BLU sebesar Rp4,03 triliun atau 129,24% dari target, dan PNBP Lainnya sebesar Rp4,42 triliun atau 182,99% dari target.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewajiban pemerintah dalam menyediakan layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta program-program yang mendukung pencapaian tujuan nasional, maka diperlukan belanja kementerian/lembaga yang bersumber dari APBN. Realisasi belanja kementerian/lembaga di Jawa Timur meliputi:
- Belanja pegawai terealisasi Rp23,88 triliun dipengaruhi oleh pembayaran THR, gaji ke-13, serta penyesuaian gaji dan tunjangan.
- Belanja barang terealisasi Rp21,88 triliun, realisasi belanja barang meningkat untuk upaya pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.
- Belanja ,odal terealisasi Rp7,63 triliun didorong oleh peningkatan signifikan anggaran untuk bidang konektivitas dan sarana prasarana umum lainnya.
- Belanja bantuan sosial terealisasi Rp128,03 miliar, utamanya ditopang oleh penyaluran bantuan kepada mahasiswa untuk peningkatan akses, mutu, relevansi, dan daya saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Kartu Indonesia Pintar disalurkan sebesar Rp114,76 miliar kepada 11.031 mahasiswa.
“Dukungan APBN terhadap APBD melalui Transfer ke Daerah per 31 Desember 2024 terealisasi sebesar Rp81,45 Triliun (98,78% dari pagu, terkontraksi 0,48% yoy). Realisasi ini ditopang oleh Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik,” ujar Dudung.
“Dengan dukungan APBN tersebut, kinerja belanja infrastruktur di Jawa Timur di tahun 2024 realisasi dengan kontrak sebesar Rp11,85. Ini digunakan untuk pembangunan jembatan, jalan, rel kereta, bendungan, flyover, dan stadion.” lanjutnya.
Dampak dari dukungan APBN tercermin secara signifikan dalam kinerja belanja pembangunan infrastruktur di Jawa Timur meliputi pengadaan perahu cepat aksi khusus, pembangunan Stadion Surajaya Lamongan, preservasi Jalan dan Jembatan BTS Sidoarjo-Malang, pembangunan Jalan Layang Aloha, pembuatan Bendungan Bagong, renovasi Stadion Kanjuruha Malang, penataan KSPN BTS, pembangunan RSPTN Universitas Jember, dan berbagai pembangunan dan pemelirahaan infrastruktur lain.
Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan konektivitas antar wilayah, serta mendukung sektor-sektor produktif. Pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempermudah akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh daerah.

- 9 kali dilihat