Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah menyelenggarakan kegiatan Tax Goes To School (TGTS) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Panca Budi Medan, Kota Medan (Jumat, 28/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 56 siswa dari jurusan Manajemen Perkantoran dan Akuntansi.

TGTS merupakan kegiatan rutin untuk memberikan edukasi perpajakan kepada generasi muda sebagai calon wajib pajak. Melalui kegiatan ini, para siswa mengenal peran penting pajak dalam membiayai pembangunan dan menyediakan berbagai fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMK Panca Budi Medan, Lukmanul Hakim Sitompul, dan Kepala KPP Pratama Medan Petisah, Anung Singgih Subagyo.

Dalam sambutannya, Lukmanul mengajak para siswa untuk menyadari bahwa berbagai bantuan pendidikan dan buku gratis yang mereka terima merupakan hasil gotong royong masyarakat melalui pembayaran pajak.

“Siapa yang menerima bantuan pendidikan dan buku gratis? Semua itu merupakan hasil gotong royong masyarakat Indonesia melalui pajak. Oleh karena itu, kami berharap para siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun saat ini para siswa belum menjadi wajib pajak, pada masa mendatang mereka akan menjadi generasi penerus yang mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Anung selaku Kepala KPP Pratama Medan Petisah menjelaskan bahwa manfaat pajak dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai program dan fasilitas, seperti layanan kesehatan melalui BPJS, buku pelajaran gratis, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta pembangunan fasilitas umum.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat, baik di Papua, Medan, maupun daerah lainnya, akan masuk ke kas negara. Dana tersebut kemudian didistribusikan oleh pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan di seluruh Indonesia. Inilah wujud gotong royong masyarakat melalui pajak,” ungkap Anung.

Anung berharap para siswa kelak dapat menjadi pengusaha, artis, dosen, pemimpin, maupun menekuni berbagai profesi lainnya yang memberikan kontribusi kepada negara. Dirinya juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran untuk turut mengawasi pemanfaatan uang pajak agar digunakan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan bersama.

Untuk membangun suasana belajar yang interaktif, KPP Pratama Medan Petisah juga menyelenggarakan kuis sebelum dan sesudah penyampaian materi.

Materi perpajakan disampaikan oleh pegawai KPP Pratama Medan Petisah, Winton Parsaoran Pardede. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pajak, perbedaan antara pajak pusat dan pajak daerah, sejarah perpajakan, serta prinsip no free rider atau tidak sekadar menikmati manfaat pembangunan tanpa ikut berkontribusi.

Selain itu, Winton memperkenalkan Coretax DJP sebagai sistem inti administrasi perpajakan serta menjelaskan sejarah dan makna Hari Pajak. Materi disampaikan secara interaktif dan disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Kegiatan ditutup dengan kuis berhadiah untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Melalui pelaksanaan TGTS, KPP Pratama Medan Petisah berharap kesadaran pajak dapat tumbuh sejak bangku sekolah dan mendorong para siswa untuk berperan aktif dalam membangun negeri pada masa mendatang.

 

Pewarta: Yessi Juliana Br Sinaga
Kontributor Foto: Muhammad Ridwan Alqudus
Editor: Sri Anita Juliaty Siahaan

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.