Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangkinang dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Pasir Pangarayan bekerja sama dengan Universitas Pasir Pangaraian (UPP) melaksanakan kegiatan edukasi Pajak Bertutur (Patur) Tahun 2026. Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dengan tagline “Sehari Mengenal Selamanya Bangga”, kegiatan ini bertempat di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan UPP, Kabupaten Rohan Hulu (Kamis, 3/9/2026).
Patur Tahun 2026 digelar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara serentak di Kantor Pusat DJP dan unit vertikal DJP seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Program ini turut mengampanyekan program Inklusi Kesadaran Pajak dalam pendidikan yang ditujukan kepada mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa dari berbagai jurusan.
Rektor UPP, Hardianto, membuka acara Patur 2026 sekaligus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DJP, khususnya KPP Pratama Bangkinang dan KP2KP Pasir Pangarayan yang telah memberikan edukasi pajak kepada mahasiswa UPP.
“Kami telah berperan aktif dalam kegiatan edukasi perpajakan melalui program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) di Kantor Wilayah DJP Riau dan program ini telah terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mandiri”, ujar Hardianto. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai jurusan mulai akuntasi, manajemen, sistem informasi dan jurusan lainnya.
Kepala KPP Pratama Bangkinang, Miskal Parjun Durta, menyebut tujuan Patur 2026 adalah membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter dan menunjukkan nilai-nilai kesadaran pajak. Menurutnya, UPP telah berperan aktif dalam program Renjani. Di tahun 2026 kembali mengajak mahasiswa UPP untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, melatih jiwa melayani masyarakat, jiwa kepemimpinan, dan merasakan pembelajaran berbasis pengalaman langsung melalui program Renjani untuk pendayagunaan di Tahun 2027.
Momen istimewa di kegiatan ini adalah sesi “Dirjen Pajak Menyapa” yang menghadirkan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto yang hadir di Aula Cakti Buddhi Bhakti Kantor Pusat DJP dan secara daring menyapa peserta di sekolah-sekolah maupun kampus yang terletak di ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia.
Bimo menyampaikan manfaat pemungutan pajak yang digunakan untuk layanan kesehatan, subsidi, pendidikan, pertahanan keamanan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan keagamaan. "Jadi, uang pajak mengalir untuk bisa mendanai apa-apa yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia ini. Lalu gotong royong seperti apa yang dibutuhkan untuk menggerakan Indonesia?” ujar Bimo.
"Tahun 2026 ini, anggaran pembangunan itu sekitar lebih dari 70% dibiayai dari uang pajak kita. Jadi, pajak bukan semata dibayarkan ke negara tetapi merupakan wujud gotong royong untuk menegakkan APBN untuk kepentingan bersama. Dari kita, dikelola untuk kepentingan bersama, dan manfaatnya kembali untuk kita. Itulah wujud dari pajak kita," ujar Bimo.
Tidak ada generasi juara yang bisa tumbuh sendirian, Bimo melanjutkan, semua dari hasil gotong royong yang kokoh yang dibangun oleh keluarga, masyarakat, dan negara. Sesuai dengan tema hari ini, Pajak Kita, Energi Generasi Juara, artinya pajak penggerak pembangunan, generasi juara sebagai generasi yang cerdas, generasi yang berintergritas, generasi yang berkontribusi langsung bagi Indonesia. "Juara di sini adalah yang mau belajar dan terus berkembang, berani mencoba dan tidak mudah menyerah, jujur dan berintegritas, serta memberi manfaat kepada orang lain," tutupnya.
Penyuluh pajak, Fauzi dan Rudiatna, pun menyampaikan materi membahas tahun 2045, di mana di usia yang ke-100 tahun, negara Indonesia menuju Indonesia Emas.
“Saat itu kalianlah yang memegang kendali. Untuk mewujudkan itu semua membutuhkan energi. Dan energi itu adalah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Uang yang masuk ke APBN disebut pendapatan negara, yang sebagian besar berasal dari pajak. Sementara uang keluar disebut belanja negara yang salah satunya dipakai untuk membiayai sektor pendidikan paling sedikit 20%,” terang Fauzi.
Guna membangun kekompakkan dan memeriahkan suasana, Rudiatna menghadirkan fun games berupa gerakan tagline Sehari Mengenal Selamanya Bangga, senam duduk, dan kuisioner berhadiah.
Di akhir kegiatan, sebagai bentuk apresiasi, KPP Pratama Bangkinang dan KP2KP Pasir Pangarayan memberikan sertifikat kepada seluruh peserta.
KPP Pratama Bangkinang berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi juara yang menyadari dan memahami betapa pentingnya arti pajak bagi pembangunan dan kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
| Pewarta: Fauzi |
| Kontributor Foto: Izhaty Chairina dan Rudiatna |
| Editor: Agustina Ekalestari |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 30 views
