Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Pademangan menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2026 di Ruang Gabungan Kelas I B dan II A SDN Pademangan Barat 07, Jakarta Utara (Kamis, 3/9/2026). Sebanyak 63 siswa kelas 6 mengikuti edukasi perpajakan yang berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia ini.

Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, program tahunan yang digagas sejak 2017 ini bertujuan membina generasi muda berintegritas dan sadar pajak sebagai wujud cinta tanah air.

Kepala SDN Pademangan Barat 07, Eva Fatmawati, menyambut inisiatif ini. “Mari tumbuhkan rasa cinta tanah air dengan belajar mengenal pajak sejak dini. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari kakak-kakak Pajak Bertutur!” pesannya dalam sambutan pembuka.

Senada dengan Eva, Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Jakarta Pademangan, Olivia Resti Yanti, mengajak para siswa mengikuti rangkaian acara dengan santai namun tetap aktif bertanya.

Usai penyerahan plakat dan penampilan tarian Yapong serta lenong edukatif karya para siswa, penyuluh pajak, Ika Puspita Sari, menyampaikan materi melalui metode storytelling dongeng interaktif berjudul “Kisah Elano dan Kristal Cahaya Rimba”. Karakter dalam cerita tersebut mencerminkan sifat pemberani, kritis, dan bijaksana.

Melalui sesi tanya jawab, Ika menekankan manfaat pajak bagi penyediaan fasilitas umum serta aksi nyata siswa dalam bersumbangsih. “Menanamkan pemahaman pajak kepada anak sekolah dasar ibarat menanam benih pohon. Membutuhkan waktu, tetapi manfaat besarnya akan dirasakan di masa depan,” ujar Ika.

Peserta lanjut menyimak materi secara virtual oleh Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto. Bimo mengawali penyampaiannya dengan doa agar daerah-daerah di Indonesia yang terkena bencana akhir-akhir ini dapat segera pulih. Bimo menegaskan bahwa Pajak Bertutur merupakan wujud nyata kehadiran DJP di ruang-ruang pendidikan untuk memupuk semangat gotong royong.

Dalam penjelasannya mengenai alokasi uang pajak, Bimo memaparkan bahwa pajak mengalir kembali ke masyarakat dalam bentuk subsidi BBM, fasilitas publik, hingga layanan gratis. “Kini pemerintah dapat menyelenggarakan kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan gratis untuk semua orang, berkat sumbangsih rakyat melalui pajak,” ujarnya.

Bimo menekankan bahwa pembangunan negara membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. “Tidak ada generasi juara yang bisa tumbuh sendirian. Pasti ada latihan, dukungan orang tua, guru, sekolah, hingga negara, termasuk bantuan beasiswa, yang semuanya bersumber dari gotong royong warga,” tegas Bimo.

Mengakhiri arahannya, ia berpesan, “Kemerdekaan tidak hanya untuk diwarisi, tetapi juga harus diisi, salah satunya dengan bergotong royong membayar pajak.”

Rangkaian acara semakin meriah lewat permainan edukatif seperti Kahoot!, tebak gaya, puzzle, serta games “Belanjakan Uangmu!” sebelum ditutup dengan sesi kuis dan penyerahan hadiah.

Bima, salah satu murid kelas 6, mengaku senang bisa belajar peran pajak bagi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, pihak SDN Pademangan Barat 07 mengapresiasi dampak nyata pajak yang langsung dirasakan murid. SDN Pademangan Barat 07 berharap edukasi ini mampu mencetak generasi yang taat pajak saat dewasa kelak.

Pewarta: Hanin Elsa Fadhilah
Kontributor Foto: Usa Candraningtyas
Editor: Mohamad Ari

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.