Direktorat Jenderal Pajak kembali membuktikan komitmennya di ruang pendidikan dengan menggelar hajat tahunan Pajak Bertutur serentak se-Indonesia dengan tajuk Pajak Kita, Energi Generasi Juara (Selasa dan Kamis, 1/9/2026 dan 3/9/2026).
Pajak Bertutur berhasil merangkul 26.114 peserta yang berasal dari siswa SD, SMP, SMA, hingga para mahasiswa. Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut, DJP berhasil berkolaborasi dengan 60 SD/sederajat, 198 SMP/sederajat, 247 SMA/sederajat, dan 24 perguruan tinggi.
Di lingkungan Kantor Pusat DJP sendiri, rangkaian kegiatan kampanye edukatif ini terdiri dari Tax Edu Bootcamp (hari pertama) dan Puncak Pajak Bertutur 2026 (hari kedua) yang bertempat di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat DJP.
Tax Edu Bootcamp
Tax Edu Bootcamp hadir dalam kemasan bimbingan teknis inklusi kesadaran pajak bagi tenaga pendidik. Kantor Pusat DJP menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk mengundang 240 peserta (kepala sekolah dan guru) dari 100 SMP/sederajat di wilayah DKI Jakarta.
“Kegiatan Tax Edu Boot Camp ini bertujuan untuk menyiapkan kapasitas dan kesiapan para tenaga pendidik sebagai agen perubahan (agent of change) sehingga Bapak dan Ibu Guru memiliki keterampilan teknis dalam menyusun modul ajar yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi para siswa SMP/sederajat,” ucap Agus Budiharjo, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan DJP, dalam sambutannya.
Untuk semakin mematangkan kesiapan inklusi kesadaran pajak, Kepala Seksi Dukungan Penyuluhan, Eko Arief Yogama, memaparkan Inklusi Kesadaran Pajak. Imaduddin Zauki, Penyuluh Pajak Direktorat P2Humas, mengulas soal dasar perpajakan.
Turut hadir Siswanto, Pengawas Ahli Madya Dinas Pendidikan Kota Malang, yang menjelaskan kurikulum SMP/sederajat, serta Jafar Shodiq, Kepala SMP Negeri 1 Malang, yang mengisi sharing session program Inklusi Kesadaran Pajak.
Pajak Kita, Energi Generasi Juara
Di hari puncak Pajak Bertutur, Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyapa seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring dari seluruh Indonesia.
“Acara ini bukan semata seremonial saja. Inilah bentuk kehadiran DJP di ruang-ruang pendidikan di Indonesia,” ungkap Bimo.
Bimo juga mengapresiasi para tenaga pendidik yang telah bekerja sama. “Semoga dalam satu hari pembelajaran ini, kami dapat menitipkan pesan-pesan kesadaran pajak kepada para calon generasi emas ini,” imbuhnya.
Ia menyebut pajak adalah bagian dari gotong royong masyarakat di era modern. Bersama pajak kita bangun dan perjuangkan selalu Indonesia. Kemerdekaan yang kita capai bukan sesuatu yang kita warisi, tapi kita usahakan. "Untuk itu, adik-adik, salah satu cara mengisi kemerdekaan, yakni dengan gotong royong membangun negeri, melalui pajak,” tuturnya.
Di hadapan ribuan peserta, Bimo mengibaratkan pajak adalah sebuah energi tak kasat mata yang membuka jalan dan kesempatan melalui fasilitas, salah satunya di sektor pendidikan. Maka, dari manfaat-manfaat yang dirasakan selama ini harus menjadi bahan bakar untuk berprestasi nyata bagi Indonesia.
Bimo mengungkapkan pajak adalah penggerak pembangunan bangsa dan itu membutuhkan generasi juara, generasi yang cerdas berintegritas dan memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi Indonesia. "Sehari mengenal selamanya bangga. Semoga satu hari mengikuti Pajak Bertutur menjadi awal tumbuhnya kesadaran pajak sepanjang hayat,” ucap Bimo.
Bimo Wijayanto memberikan apresiasi kepada 671 peserta Pajak Bertutur yang turut menyemarakkan di beberapa daerah yang terdampak bencana alam gempa bumi di NTT dan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Keisha Rochelline (Roche) dan Savia Aulia turut menyapa peserta dalam talkshow “JUARA TALK: Mengubah Energi menjadi Karya untuk Indonesia Tangguh”. Roche merupakan runner-up Clash of Champions Season 2, sedangkan Savia adalah sinden cilik yang baru-baru ini tampil dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Inge Diana Rismawanti, menambahkan, “Kami berharap adik-adik yang hari ini menjadi penerima manfaat pembangunan, kelak tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berintegritas, serta memahami tanggung jawab dan kontribusinya sebagai warga negara dan wajib pajak. Adik-adik inilah yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.”
Dirinya menekankan, “Inilah semangat ‘Pajak Kita: Energi Generasi Juara’. Kita menyiapkan generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, mengembangkan potensinya, dan pada waktunya memberikan kembali kontribusi bagi Indonesia.”
| Pewarta: Mohamad Ari Purnomo Aji |
| Kontributor Foto: Tim Dokumentasi DJP |
| Editor: Yacob Yahya |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 41 views




