Oleh: (Dewi Setya Swaranurani), pegawai Direktorat Jenderal Pajak

“Mbak, apa pesan WhatsApp yang minta kami untuk download aplikasi ini betul dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)?” tanya seorang wajib pajak kepada kami, petugas tempat pelayanan terpadu (TPT).

Katanya, saya harus unduh aplikasi ini untuk lapor surat pemberitahuan (SPT) tahunan. Padahal, saya sudah lapor di coretaxdjp.pajak.go.id,” tambahnya.

Sebagai petugas TPT, pertanyaan ini sudah kami dengar ratusan kali dari wajib pajak. Di lain sisi, kami bersyukur wajib pajak datang terlebih dahulu ke kantor pelayanan pajak (KPP) terdekat untuk melakukan konfirmasi—karena tak jarang, beberapa wajib pajak sempat datang ke kantor dengan kondisi handphone sudah ter-hack  karena mengunduh aplikasi yang diberikan oleh penipu melalui WhatsApp.

Akibatnya, saldo yang ada dalam m-banking wajib pajak sudah terkuras habis dan tidak bisa dikembalikan. Jalan satu-satunya hanyalah melakukan pelaporan kepada pihak aparat berwajib untuk membuat laporan penipuan.

Untuk menghindari hal tersebut, kini Direktorat Jenderal Pajak telah menghadirkan aplikasi Coretax Mobile atau M-Pajak yang hanya bisa diunduh melalui Playstore (android) atau Appstore (IOS).

Dengan adanya aplikasi ini, wajib pajak tidak hanya dapat melakukan pelaporan SPT tahunan melalui laman https://coretaxdjp.pajak.go.id, tetapi juga melalui aplikasi M-Pajak. Coretax Mobile/M-Pajak ini dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang memiliki kriteria berikut:

  1. wajib pajak orang pribadi;
  2. memiliki penghasilan yang bersumber dari satu pemberi kerja;
  3. menyampaikan SPT tahunan pajak penghasilan (PPh) normal (bukan pembetulan);
  4. status SPT tahunan nihil (bukan lebih bayar atau kurang bayar).

Apabila wajib pajak ingin melakukan pembetulan SPT tahunan dan/atau status SPT tahunan yang akan dilaporkan lebih bayar atau kurang bayar, wajib pajak dapat melaporkan SPT tahunan melalui laman https://coretaxdjp.pajak.go.id.

Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Layaknya melakukan pelaporan SPT tahunan, ada beberapa dokumen yang harus disiapkan wajib pajak untuk pengisian SPT Tahunan.

  1. Dokumen bukti potong dari pemberi penghasilan

Meskipun data bukti potong biasanya sudah tersinkronisasi pada Coretax DJP, wajib pajak diminta menyiapkan bukti potong untuk memastikan data yang tertera pada sistem sama dengan bukti potong yang diterima.

  1. Dokumen data tanggungan dan anggota keluarga

Untuk mengisi penghasilan tidak kena pajak (PTKP), wajib pajak diharapkan menyiapkan kartu keluarga dan bukti potong. Biasanya PTKP dapat dicek di bukti potong, kemudian apabila dalam kolom data anggota keluarga ada kolom yang belum ter-update,  wajib pajak diharapkan melakukan perubahan data unit anggota keluarga pada laman https://coretaxdjp.pajak.go.id.

  1. Dokumen data harta dan utang

Wajib pajak diharapkan mengisi daftar harta yang dimiliki per akhir tahun pajak yang dilaporkan. Data tersebut dapat berupa kepemilikan tabungan, kendaraan, tanah dan/atau bangunan, dan sebagainya. Daftar harta ini wajib diiisi dan tidak bisa dilewati, sedangkan bagian kepemilikan utang boleh tidak diisi apabila tidak memiliki utang pada tahun pajak tersebut.

Sunting Data yang Tidak Bisa Diedit

Dalam melakukan pengisian SPT tahunan melalui Coretax Mobile ini terdapat data yang tidak bisa diedit seperti identitas wajib pajak dan daftar keluarga. Maka, wajib pajak harus menyunting data tersebut melalui sumber datanya di laman https://coretaxdjp.pajak.go.id.

Penyuntingan ini dapat dilakukan melalui Coretax DJP wajib pajak sendiri ataupun loket TPT KPP. Lalu, wajib pajak dapat menunggu selama satu hari untuk proses sinkronisasi data. Wajib pajak yang telah melakukan pelaporan SPT tahunan melalui Coretax Mobile/M-Pajak akan tersinkronisasi ke sistem Coretax DJP dalam waktu kurang lebih satu jam.

Berikut tata cara perubahan data unit pajak keluarga melalui Coretax DJP wajib pajak.

  1. Log in melalui website https://coretaxdjp.pajak.go.id menggunakan nomor induk kependudukan (NIK).
  2. Pilih “Portal Saya”.
  3. Pilih “Profil Saya”.
  4. Klik bagian “Informasi Umum”, lalu klik “Edit”.
  5. Pilih bagian Unit Pajak Keluarga, isi data sesuai dengan kartu keluarga (KK).
  6. Centang bagian pernyataan wajib pajak, lalu klik “Simpan.

Namun, apabila wajib pajak mengalami kendala dalam proses perubahan data ini, wajib pajak dapat menghubungi Kring Pajak 1500200 atau ke kantor pajak terdekat.

Apabila NPWP Suami-Istri Gabung, Apakah Bisa Menggunakan Coretax Mobile?

Apabila suami dan istri masing-masing mendapatkan penghasilan dari satu pemberi kerja, jawabannya adalah bisaPenghasilan suami yang berasal dari satu pemberi kerja akan terisi otomatis di aplikasi dan penghasilan istri yang berasal dari satu pemberi kerja juga akan terisi secara otomatis.

Penghasilan istri yang terisi otomatis ini harus dihapus dan dipindahkan ke penghasilan final karena nomor pokok wajib pajak (NPWP) istri bergabung dengan suami. Dalam pelaporan SPT tahunan ini, harus dipastikan bahwa status SPT tahunan wajib pajak adalah nihil, bukan lebih bayar atau kurang bayar. Apabila hasilnya lebih bayar atau kurang bayar, wajib pajak tetap harus melakukan pelaporan SPT tahunan melalui laman https://coretaxdjp.pajak.go.id.

Kesimpulan

Dengan dirilisnya Coretax Mobile ini, diharapkan proses pelaporan SPT tahunan wajib pajak dapat lebih mudah dan nyaman. Selain itu, aplikasi ini hanya bisa diunduh melalui Playstore untuk Android dan AppStore untuk IOS. Namun, wajib pajak diharapkan dapat lebih waspada untuk tidak mengunduh aplikasi Coretax Mobile melalui tautan apapun selain Playstore dan Appstore untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak.

Selain itu, fitur ini juga memudahkan wajib pajak untuk melakukan pelaporan SPT tahunan PPh orang pribadi. Dapat dikatakan bahwa aplikasi memiliki performa dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan website yang mungkin harus memuat ulang konten dari server apabila terjadi eror.

Semoga dengan dirilisnya fitur baru ini, dapat memudahkan #KawanPajak untuk menunaikan kewajiban perpajakannya, yakni pelaporan SPT tahunan. Yuk, laporkan SPT tahunanmu segera!

*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.